Google Earth baru saja menambahkan fitur AI yang disebut Nano Banana, dan pengujian awal menunjukkan potensi yang cukup beragam. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk merancang ulang rumah, menciptakan ulang sejarah, atau membayangkan masa depan suatu lokasi secara langsung di peta. Saat diuji di beberapa tempat, hasilnya ada yang terlihat praktis untuk perencanaan sederhana, tapi ada juga yang berubah menjadi skenario yang benar-benar aneh.
Salah satu contoh paling mencolok datang dari Philadelphia. Alih-alih hanya mengubah tampilan bangunan, AI ini langsung menghasilkan visual Philadelphia yang dipenuhi zombie dan badut jahat. Kombinasi elemen horor dan komedi ini muncul begitu saja tanpa banyak arahan, menunjukkan bagaimana model AI bisa menafsirkan permintaan kreatif dengan cara yang tak terduga.
Selain sisi hiburan, fitur ini juga bisa membantu pengguna membayangkan perubahan lingkungan secara lebih nyata. Misalnya, seseorang bisa melihat bagaimana penambahan taman atau renovasi rumah akan terlihat dari sudut pandang udara. Namun, hasilnya tetap bergantung pada seberapa detail prompt yang diberikan.
Dari sisi dampak, kemampuan visualisasi seperti ini berpotensi mendukung pendidikan geografi dan sejarah di sekolah, karena siswa bisa melihat versi alternatif suatu kota tanpa harus bepergian. Selain itu, fitur ini juga membuka diskusi tentang privasi, karena pengguna bisa dengan mudah membuat versi fiksi dari lokasi nyata yang kemudian dibagikan secara luas.
Secara keseluruhan, Nano Banana di Google Earth memperlihatkan bahwa AI visual masih berada di tahap eksplorasi. Kadang hasilnya membantu memperjelas ide, kadang justru menghasilkan gambar yang jauh dari ekspektasi. Pengguna disarankan untuk menggunakannya dengan ekspektasi yang realistis, terutama saat ingin hasil yang lebih serius daripada sekadar hiburan.









